Teknikal Analisis

Strategi Analisis Teknikal Bagi Pemula

Trading sekarang ini menjadi salah satu jalan yang sangat menarik bagi banyak orang, karena bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Namun diperlukan strategi yang tepat untuk bisa mendapatkan keuntungan tersebut, pemula biasanya tidak peka akan hal tersebut. Ada banyak strategi yang bisa dipakai dan salah satunya adalah analisis teknikal dalam mengambil langkah.

Banyak pemula yang gagal sebenarnya karena tidak mempergunakan analisis yang tepat dan tidak menggunakan strategi dengan benar. Banyak yang hanya tebak-tebakan dan mengandalkan insting yang belum tentu kebenarannya dan pasti menghasilkan keuntungan. Karena itulah pada kesempatan kali ini kami akan bahas mengenai analisis dengan jenis teknikal dalam.

Penjelasan Teknikal Analisis

Teknikal analisis itu sebenarnya merupakan salah satu ilmu perdagangan yang digunakan untuk mengevaluasi dan juga mengidentifikasi peluang perdagangan. Dan teknikal ini pendekatannya itu lebih kepada menganalisis tren dan juga statistik dari aktivitas perdagangan. Biasanya didapatkan dari pergerakan harga dan juga volume dari saham atau juga sekuritas yang lainnya.

Ada 3 kunci atau ciri dari teknikal analisis ini, dan berikut ini beberapa diantaranya. 

  1. Analisis ini meyakini bahwa aktivitas perdagangan dan juga perubahan harga yang terjadi pada sekuritas itu bisa menjadi indikator. Di mana dari data tersebut akan terlihat indikator pergerakan dari sekuritas tersebut di masa yang akan datang.
  2. Teknikal analisis ini adalah sebuah ilmu perdagangan yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi dan juga mengidentifikasi peluang. Biasanya bentuk data dari analisis ini adalah peluang dalam tren dan juga pola harga dalam bentuk grafik. 

Analisis teknikal ini sebenarnya sangat bisa digunakan untuk berbagai macam sekuritas yang ada, karena hanya menggunakan data historis. Jadi analisis teknikal ini bisa dipakai di saham, mata uang asing, komoditas, dan sekuritas yang lainnya. Dan faktanya penggunaan analisis teknikal ini memang lebih sering dipakai di pasar Forex dan juga komoditas yang fokus pada pergerakan jangka pendek.

Analisis teknikal memiliki asumsi yang sangat tepat bila dipasangkan dengan sistem Trading dan juga aturan investasi. Karena data masa lalu dan perubahan harga itu sangat bisa dipakai sebagai acuan untuk menentukan masa depan dari sekuritas tersebut. Para profesional sih biasanya tetap memadukan analisis teknikal dan juga fundamental analisis dan tidak terbatas hanya dengan itu saja. 

Analisis teknikal ini sebenarnya mencoba untuk membaca pergerakan harga dari semua instrumen yang diperdagangkan yang berkaitan dengan kekuatan permintaan dan penawaran. Beberapa instrumen tersebut seperti obligasi, saham, dan juga pasangan mata uang. Banyak juga yang menggunakan analisis ini hanya sebagai pembelajaran pergerakan harga pasar sebuah sekuritas. 

Analisis teknikal itu paling umum dipakai untuk melacak perubahan harga, namun banyak juga yang menggunakannya untuk melacak volume dan minat perdagangan. Para peneliti pun telah mengembangkan banyak pola dan sinyal untuk mendukung analisis teknikal ini. Dan dari analisis ini pun telah mengembangkan sistem perdagangan untuk membantu memperkirakan pergerakan harga. 

Dalam analisis teknikal itu ada beberapa indikator yang ditekankan untuk mengidentifikasi tren pasar saat ini termasuk support dan resistance. Ada juga indikator lainnya yang memiliki fokus pada penentuan kekuatan trend pada sebuah pasar dan juga kemungkinan kelanjutannya. Indikator yang umum digunakan itu adalah garis trend, rata-rata bergerak, dan juga indikator momentum. 

Berikut ini beberapa indikator yang biasa digunakan untuk analisis teknikal:

  1. Pola Grafik
  2. Indikator Volume Dan Momentum
  3. Tren Harga
  4. Osilator
  5. Level Support Dan Resistance
  6. Rata-Rata Bergerak

Asumsi Yang Menjadi Dasar Analisis Teknikal

Analisis teknikal berasumsi kalau harga sekuritas itu sudah mencerminkan semua informasi yang ada dan kemudian berfokus pada analisis statistik harga. Pada dasarnya analisis teknikal itu membaca sentimen pasar dibalik tren harga yang ada pada sebuah sekuritas. Selain itu juga mencari pola dan tren harga dibandingkan menganalisis fundamental atribut sekuritas. 

Charles Dow seorang analis memberikan serangkaian editorial yang membahas mengenai analisis teknikal itu secara detail. Dalam tulisannya terdapat dasar asumsi dari analisis teknikal tersebut dan membentuk kerangka kerja dari analisis teknikal pada trading ini. Berikut ini informasi asumsi yang disampaikan oleh Charles Dow tersebut. 

  1. Pasar yang efisien dengan nilai dari faktor yang mempengaruhi harga dari suatu sekuritas. 
  2. Pergerakan pasar yang acak itu terlihat seperti sebuah pola tertentu dan juga tren yang cenderung akan berulang. 

Pada masa sekarang ada beberapa asumsi dari analisis teknikal yang dikembangkan dari asumsi yang diberikan Charles Dow tersebut. Berikut ini asumsi yang ada sekarang. 

  1. Analisis teknikal percaya bahwa segala sesuatu dari mulai fundamental perusahaan hingga berbagai faktor pasar yang luas sudah diperhitungkan dalam saham. Sudut pandang ini pun sebenarnya sesuai dengan hipotesis pasar efisien mengenai yang memiliki kesimpulan yang sama mengenai harga. Satu-satunya yang tersisa adalah analisis dari pergerakan harga. 
  2. Dalam analisis teknikal itu memperkirakan pergerakan harga sekuritas yang acak itu membentuk suatu tren terlepas kerangka waktu yang diamati. Jadi harga pasar itu sebenarnya mengikuti tren dari masa lalu dan tidak bergerak secara acak. Banyak strategi berdasar analisis teknikal itu mengambil asumsi ini. 
  3. Asumsi yang ketiga adalah sejarah cenderung berulang. Jadi harga pasar itu sebenarnya berulang. Pergerakan harga pasar yang berulang itu berkaitan dengan psikologi pasar yang cenderung sangat mudah untuk diprediksi. Prediksi ini bisa dilakukan dengan dasar emosi pada pasar seperti ketakutan dan juga kegembiraan pasar. 

Analisis teknikal ini menggunakan pola grafik untuk menganalisis emosi yang ada dan juga pergerakan selanjutnya untuk memahami tren. Jadi meskipun memang banyak strategi dari analisis teknikal ini yang sudah digunakan sangat lama semenjak perdagangan ada. Akan tetapi dinilai masih relevan karena asumsi bahwa sejarah itu cenderung berulang.

Perbedaan Analisis Teknikal Dan Analisis Fundamental

Masalah analisis dalam Trading itu sebenarnya bukan hanya analisis teknikal saja, ada juga yang namanya analisis fundamental dalam Trading. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar, dan menentukan strategi Trading yang sangat berbeda juga. Analisis Teknikal dan analisis fundamental ini memiliki tujuan yang sama, akan tetapi metode pendekatannya sangat jauh berbeda. 

Analisis fundamental itu menganalisis sebuah sekuritas secara mendalam, menggunakan metode evaluasi sekuritas dengan melihat nilai intrinsik saham. Analisis fundamental itu mempelajari segala hal yang akan mempengaruhi pergerakan harga dari sebuah sekuritas. Mulai dari kondisi ekonomi, manajemen perusahaan seperti pengeluaran, penghasilan, aset dan kewajiban menjadi sangat penting. 

Sementara untuk analisis teknikal ini hanya berfokus pada harga dan juga volume dari sekuritas sebagai input dalam berpikir. Ini karena asumsi segala hal fundamental itu sudah masuk ke dalam harga, jadi tidak perlu lagi memperhitungkan hal tersebut. Analisis ini tidak mengukur nilai intrinsik namun lebih menggunakan grafik untuk mengidentifikasi trend dan menyarankan langkah selanjutnya.

Batasan Pada Analisis Teknikal

Tentu dalam asumsi dan kerangka berpikir analisis teknikal ini ada beberapa keterbatasan yang harus kita sadari dari awal. Dan ada beberapa keterbatasan memang dari analisis yang memang dinilai cukup sederhana ini. Berikut ini kami akan jelaskan. 

  1. Hipotesis pasar efisien itu diharapkan banyak analis menjadi satu alasan untuk tidak memperhatikan informasi lain yang bisa ditindaklanjuti dari harga dan volume. Dan juga fundamental bisnis pun tidak bisa menjadi informasi yang bisa dilanjutkan dalam berpikir. Dan ini dianggap menjadi salah satu titik lemah. 
  2. Selain itu nampaknya sejarah itu tidak berulang secara tepat pada poin dan nilainya, sehingga pola harga tidak bisa diandalkan. Lebih baik kalau harga diasumsikan dengan jalan acak saja. 
  3. Banyak analisis terjadi pada beberapa kasus, tetapi sebenarnya karena ramalan tersebut terpenuhi dengan sendirinya. Jadi misalnya trader menempatkan order stop loss di bawah pergerakan 200 hari perusahaan, dan semua trader melakukannya. Maka saat harga saham sampai titik itu, akan ada pesanan jual yang besar dan mendorong saham turun. 

Jadi sebenarnya bisa dikatakan kalau tekanan jual jangka pendek ini dianggap terpenuhi dengan sendirinya, karena tidak berpengaruh untuk beberapa bulan ke depan. Kesimpulannya adalah ketika banyak orang menggunakan sinyal yang sama, maka pergerakan yang diramalkan bisa terjadi. Tapi trader tunggal tidak bisa mendorongnya.

Itulah beberapa poin yang dianggap menjadi titik lemah dari analisis teknikal. 

Pendekatan Analisis Teknikal

Pada analisis teknikal itu ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan oleh para Trading terutama oleh pemula dalam Trading. Ada dua pendekatan yakni top down dan juga bottom up yang bisa digunakan dan keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk trader jangka pendek biasanya memakai top down, untuk jangka panjang biasanya memakai bottom up. 

  1. Top Down

Pendekatan ini adalah pendekatan dalam menganalisis, di mana analisis makro ekonomi yang melihat keseluruhan sebelum fokus pada sekuritas tertentu. Jadi pendekatan ini awalnya trader akan fokus pada ekonomi, sektor, dan juga perusahaan itu sendiri. Trader yang menggunakan pendekatan ini biasanya mengambil keuntungan jangka pendek. 

  1. Bottom Up

Pendekatan yang kedua adalah bottom up yang berlawanan dengan top down, jadi langsung fokus pada sekuritas tertentu. Ini melibatkan sebuah analisa mengenai titik masuk dan keluar potensial dari sekuritas tertentu yang melibatkan saham secara fundamental. 

Cara dalam menggunakan pendekatan ini adalah trader akan mencari saham yang sedang turun dan menggunakan analisa teknikal. Analisa teknikal ini digunakan untuk mencari titik masuk tertentu saat saham turun. Setelah itu akan mencari nilai untuk melihat jangka panjang pada perdagangan mereka. 

Analisis Teknikal Bagi Pemula

Pada dasarnya analisis teknikal ini membantu sekali para trader dalam mengambil langkah dan strategi dalam melakukan Trading. Dan sebenarnya banyak sekali pemula yang bisa terbantu bila mempergunakan analisis teknikal tersebut untuk Trading. Karena sejatinya analisis teknikal itu memperkirakan apa yang mungkin terjadi dari informasi masa lalu. 

Namun tentunya dalam praktek penggunaan analisis teknikal ini tidak bisa mudah terutama untuk pemula. Sehingga akhirnya para pemula pun tidak bisa memaksimalkan analisis ini dengan baik untuk mengambil langkah yang terbaik saat Trading. Berikut ini beberapa poin kunci bagi pemula dalam menggunakan analisis teknikal tersebut. 

  1. Menggunakan grafik untuk mengidentifikasi sinyal perdagangan dan juga pola harga pada sebuah sekuritas. Meskipun tampak berlebihan di awal, namun ini adalah hal kunci untuk diketahui oleh pemula. 
  2. Pemula harus tahu dulu mengenai alasan analisis teknikal berfungsi untuk mengidentifikasi peluang untuk mendapatkan keuntungan. 
  3. Fokus pada pendekatan tertentu dan juga mengembangkan strategi perdagangan dari dasar analisis tersebut. Berusaha untuk mempergunakan ilmu tersebut tanpa campur tangan emosi dan juga tebak-tebakan. 
  4. Menemukan broker yang tepat dan bisa membantu kalian dalam menjalankan rencana dan strategi kalian. Tentu dengan memperhatikan beberapa indikator yang disediakan yang bisa dipergunakan untuk analisis teknikal dan semua alat yang diperlukan. 

Langkah Memulai Analisis Teknikal

Bagi pemula tentunya harus tahu mengenai langkah untuk memulai mempergunakan analisis teknikal ini dengan baik pada saat Trading. Karena kalau tidak bisa memulai dengan benar, maka analisis tersebut akan jadi lemah dan tidak bisa dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. berikut ini kami akan informasikan langkah-langkah yang harus diambil. 

  1. Pilih Strategi Atau Kembangkan Sistem Perdagangan

Langkah paling pertama dalam memulai analisis teknikal itu adalah memilih strategi dengan mengidentifikasi strategi yang ada. Selain itu juga perlu untuk mengembangkan sistem perdagangan yang akan dipergunakan dalam Trading sebuah sekuritas. 

Misalnya trader memilih menggunakan strategi persilangan rata-rata bergerak yang mana mereka akan melacak 2 rata-rata bergerak. 2 rata-rata bergerak ini bisa 50 hari dan 200 hari. Nah dari 2 pergerakan tersebut akan dilihat rata-rata pergerakan yang terjadi pada pergerakan saham tertentu. 

Strategi ini berarti bahwa ketika pergerakan dalam 50 hari yakni jangka pendek berjalan di atas pergerakan 200 hari, maka tren naik. Apabila pergerakan jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang, maka akan muncul sinyal beli. Bila kebalikan dari pergerakan tersebut, maka akan muncul sinyal jual. 

  1. Identifikasi Sekuritas Yang Ada

Kita perlu sadari juga bahwa tidak semua sekuritas itu bisa berhasil dengan menggunakan strategi yang sama ya. Maka dari kita di langkah kedua kita harus mengidentifikasi sekuritas yang ada terlebih dahulu dan mencari tahu kecocokannya dengan strategi. Untuk strategi yang kami contohkan di atas memang lebih baik untuk sekuritas likuid dan volatil. 

Untuk beberapa jenis sekuritas yang lain bisa juga memerlukan parameter yang berbeda dengan strategi yang kami jelaskan. Bisa juga menggunakan rata-rata pergerakan dari 15 hari dan juga 50 hari untuk menentukan langkah dalam Trading. Jadi dalam analisis teknikal itu perlu ada identifikasi sekuritas dengan strategi yang dipakai. 

  1. Temukan Akun Perdagangan Yang Tepat

Langkah yang ketiga adalah kita harus menemukan dan kemudian memiliki akun perdagangan yang tepat untuk menggunakan strategi kita itu. Karena tidak semua akun itu memiliki fitur yang tepat untuk jenis sekuritas yang pas untuk strategi kita itu. Jadi harus mencari dan menemukan dulu akun perdagangan yang sesuai 

Tentunya kita harus memilih akun perdagangan yang dilengkapi dengan fungsionalitas yang diperlukan untuk strategi kita. Harus ada akun yang memiliki fungsionalitas yang bisa dipakai melacak dan memantau indikator teknikal yang dipakai pada strategi kita itu. Namun tetap harus menjaga biaya tetap rendah untuk menghindari pengurangan keuntungan yang didapat. 

Untuk strategi yang kami contohkan diatas, akun dasar dengan rata-rata bergerak pada grafik kandil adalah yang ideal. 

  1. Pantau Perdagangan

Pemantauan perdagangan menjadi langkah keempat dalam memulai analisis teknikal ini, berdasar pada fungsionalitas tertentu. Bisa jadi trader memerlukan fungsionalitas dengan tingkat yang berbeda sesuai dengan strategi yang dipergunakan. Misalnya bisa jadi trader harian membutuhkan akun margin yang menyediakan fitur yang lebih lengkap. 

Namun bila kita berfokus pada strategi yang kami jelaskan di atas, maka akun dasar biasanya lebih disukai dengan biaya yang memang lebih rendah. 

  1. Gunakan Alat Atau Perangkat Lunak Tambahan

Langkah yang kelima adalah kita perlu juga menambahkan beberapa alat tambahan yang mungkin bisa memaksimalkan kinerja. Seperti misalnya trader bisa menggunakan seluler atau smartphone untuk bisa tetap mengakses ke perdagangan. Jadi meskipun sedang dalam keadaan bepergian pun kita tetap bisa mengakses perdagangan sekuritas tersebut. 

Atau bisa juga kita mempergunakan perangkat lunak atau program yang akan bisa menggantikan kita untuk tetap mengakses perdagangan. Hal ini tentu membutuhkan perangkat lunak yang tepat dan melakukan pengaturan yang sesuai analisis teknikal dan strategi yang kita pakai.

Tips Mempergunakan Analisis Teknikal

Trading memang menjadi salah satu kegiatan yang memang cukup menantang dan juga memiliki bahaya yang cukup besar juga. Karena satu langkah yang salah akan bisa berdampak sangat besar pada hasil yang kita dapatkan dari Trading tersebut. Berikut ini beberapa tips yang perlu dipertimbangkan saat melakukan Trading menggunakan analisis tersebut.

  1. Menguji strategi perdagangan untuk melihat kinerjanya di masa lalu.
  2. Berlatih berdagang menggunakan akun demo sebelum memakai akun dengan uang yang nyata. 
  3. Menyadari keterbatasan dari analisis tersebut dan kemudian menghindari kegagalan dan kejutan yang mahal. 
  4. Memahami logika dasar dalam penggunaan analisa teknikal tersebut. 
  5. Menguji fitur yang tersedia pada broker dengan meminta uji coba gratis ke broker dari Trading tersebut. 
  6. Menjadi bijaksana tentang skalabilitas dan juga persyaratan masa depan
  7. Mulai dari modal kecil dulu baru mengembangkan modal sesuai dengan pengalaman yang kita sudah dapatkan. 

Kesimpulan

Jadi pada dasarnya banyak analis yang menggunakan analisis teknikal dan juga analisis fundamental untuk menutupi setiap kekurangan dari masing-masing. Karena analisis fundamental itu akan mengisi kesenjangan pengetahuan yang tidak dimiliki pada analisis teknikal yang kita bahas ini. Pengembangan analisa teknikal ini akan sangat membantu para trader untuk mendapatkan keuntungan. 

Dengan pengembangan pemahaman dari analisa teknikal itu para trader dan investor bisa meningkatkan pengembalian dari risiko yang ada. Namun yang paling penting adalah kita harus memahami dulu dan juga mempraktikkan ini sebelum memakai modal nyata. Sehingga kita bisa meminimalisir kegagalan besar karena keterbatasan dari analisis teknikal. 

FAQ (Frequently Asked Question)

Asumsi apa yang dipakai Analisis Teknikal?

Dalam analisis teknikal itu ada 3 asumsi utama yang dipergunakan untuk melakukan analisis dan identifikasi peluang. Berikut 3 asumsi yang utama yang harus kita ketahui.

  1. Hipotesis Pasar Efisien atau pasar mendiskon segala hal
  2. Berharap bahwa harga pasar yang pergerakannya acak itu akan menunjukkan suatu tren terlepas dari waktu yang diamati
  3. Kepercayaan bahwa sejarah itu berulang, dan sifat pergerakan harga yang berulang berhubungan dengan psikologi pasar. Dan psikologi pasar itu didasarkan pada emosi seperti ketakutan atau kegembiraan yang membuatnya bisa diprediksi. 

Apa Perbedaan Analisis Teknikal Dan Fundamental?

Analisis teknikal dan juga fundamental itu sebenarnya memiliki tujuan yang sama yakni membaca peluang dari sebuah sekuritas. Akan tetapi keduanya memiliki metode yang jauh berbeda dan juga memiliki spektrum yang sangat berlawanan. 

Analisis fundamental itu menganalisis dan mengevaluasi sekuritas dengan mencoba mencari nilai Intrinsik sebuah sekuritas. Sementara dari asumsi pada analisis teknikal pun sudah jelas terlihat kalau semua faktor fundamental itu sudah diperhitungkan ke dalam harga. Jadi tidak perlu lagi diperhitungkan dalam analisis teknikal tersebut. 

Dalam analisis teknikal itu tidak ada pencarian nilai Intrinsik sebuah sekuritas, akan tetapi hanya berbekal pada grafik dan tren. Jadi pada analisis teknikal itu kita menggunakan grafik untuk mengidentifikasi tren dan juga pola pergerakan harga dan volume sekuritas. Dan dari hasil itu akan memberikan saran untuk apa yang dilakukan di sekuritas tersebut di masa depan.

Bagaimana Analisis Teknikal Digunakan?

Penggunaan dari analisis teknikal ini sebenarnya bisa dipakai untuk hampir semua instrumen yang ada pada saat ini. Banyak sekali pola dan sinyal yang dikembangkan oleh analis untuk mendukung analisis teknikal tersebut untuk berkembang dan berfungsi baik. Selain itu juga sudah ada banyak sistem perdagangan yang terbantu dengan adanya analisis teknikal. 

Karena dari analisis teknikal ini pada trader bisa memperkirakan pergerakan dari harga sebuah sekuritas tersebut. Dan jadi bisa membantu trader dalam mengambil langkah dari setiap pergerakan harga dari sekuritas tersebut.

Bagaimana Cara Memulai Analisis Teknikal?

Untuk memulai analisis teknikal ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk supaya bisa berjalan dengan baik dan juga lancar. Berikut ini langkahnya. 

  1. Memilih strategi dan mengembangkan sistem perdagangan
  2. Mengidentifikasi sekuritas yang sesuai
  3. Memilih akun perdagangan yang tepat
  4. Melakukan penentuan dengan berbagai indikator dan fungsionalitas yang ada
  5. Memanfaatkan alat tambahan seperti smartphone atau seluler supaya bisa tetap terhubung dengan akses Trading tersebut. Atau bisa juga mungkin menggunakan perangkat lunak untuk membantu kita melakukan Trading meski kita tidak sedang terhubung. 

Apa Saja Pendekatan Analisis Teknikal?

Dalam analisis teknikal itu ada 2 pendekatan utama yang juga akan menentukan langkah dan tujuan dari trader itu sendiri. Pendekatan yang tersedia itu ada 2 yakni ada pendekatan top down dan juga bottom up yang bisa digunakan dalam analisis teknikal ini. Keduanya tentu berbeda dan tujuan dari dua pendekatan itu pun berbeda ya. 

Pertama adalah pendekatan top down, di mana ini dipakai untuk trader yang mengincar keuntungan jangka pendek dari sekuritas tersebut. Karena pendekatannya itu berfokus pada makro ekonomi dan juga perusahaan yang memiliki sekuritas tersebut. Sebagai contoh trader akan tertarik dengan sekuritas yang keluar dari rata-rata pergerakan 50 hari. 

Lalu yang kedua adalah bottom up, di mana ini biasanya dipakai oleh para trader yang memang mendapat keuntungan jangka panjang. Ini melibatkan analisis fundamental untuk mencari titik masuk dan juga titik keluar dari sekuritas tersebut. 

Biasanya trader yang menggunakan bottom up itu akan mencari sekuritas yang memiliki tren yang turun dan mulai melakukan identifikasi. Identifikasi ini bertujuan untuk mencari titik masuk tertentu pada sekuritas tersebut ketika sekuritas sedang berjalan turun. Kemudian melakukan identifikasi lebih lanjut untuk melihat titik keluar potensial

Pada analisis teknikal memang 2 pendekatan ini yang utama dipergunakan oleh para analis dan trader.