Investasi di Stock

Bagaimana Cara Investasi di Stock? – Tutorial Trading

Investasi kini sudah menjadi salah satu hal yang paling banyak digaungkan akhir-akhir ini, terutama kepada para milenial. Kendati saat ini sudah banyak platform untuk menjalankan investasi, pada kenyataannya belum semua orang tertarik bahkan paham dengan investasi tersebut.

Sejatinya, ada berbagai macam investasi yang bisa dijalankan. Mulai dari invest di stocks, investasi emas dan perhiasan, hingga investasi di bidang properti. Semuanya bisa dijalankan oleh siapa saja bahkan dengan modal yang minimum sekalipun.

Kalau kamu masih ragu dengan investasi terutama yang berkaitan dengan stocks (saham), maka ada baiknya untuk mempelajari hal-hal mendasar terlebih dahulu. Oleh karenanya, dalam artikel ini akan kami sampaikan beberapa hal rinci mengenai stocks dan bagaimana cara menjalankan investasinya.

Memahami Pengertian Stocks

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai cara berinvestasi menggunakan stocks alias saham, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu berbagai pengertian dan hal-hal dasar seputar jenis investasi tersebut.

Secara sederhana, saham merupakan dokumen yang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan perusahaan. Lebih jauh, saham merupakan tanda penyertaan modal yang dimiliki oleh seseorang atau badan usaha terhadap perusahaan atau perseroan terbatas.

Saham atau stocks, yang juga sering kali disebut sebagai ekuitas, merupakan suatu sistem keamanan yang mewakili sebagian kecil dari suatu perusahaan. Dalam hal ini, pemilik saham akan mendapatkan hak bagian dari aset dan keuntungan perusahaan sesuai dengan berapa banyak saham yang dimiliki.

Lebih Jauh Mengenal Trading

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan kata-kata investasi, namun apakah kamu juga memahami apa yang dimaksud dengan trading? Ternyata trading ini cukup berbeda dengan investasi, terutama yang berkaitan dengan saham atau invest di stocks.

Secara umum, trading merupakan konsep ekonomi dasar yang berupa kegiatan jual beli. Bahkan kegiatan ini tidak hanya dapat dilakukan di dalam negeri saja, namun juga dapat dilakukan secara global secara lebih kompetitif. 

Terdapat berbagai macam trading yang biasa dilakukan, semuanya tentu untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dan manfaat yang begitu menggiurkan. Adapun beberapa jenis trading yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Trading Forex

Forex atau foreign exchange merupakan kurs mata uang asing. Oleh karenanya, trading Forex dapat diartikan sebagai perdagangan kurs dengan melakukan penukaran uang secara langsung ataupun secara online.

Tentunya, keuntungan dari aktivitas trading Forex ini tergantung dari nilai pertukaran mata uang asing dengan mata uang yang diinginkan. Meskipun keuntungannya cukup besar, namun risikonya juga tidak kalah besar sehingga kamu yang tertarik juga musti berhati-hati.

  • Trading saham (stocks)

Trading saham merupakan aktivitas jual beli saham yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Oleh karenanya, konsep jual beli ini dilakukan dengan berbagai analisis dan melihat kembali peluang dari penjualan ataupun pembelian saham tersebut.

Untuk bisa menjalankan aktivitas invest di stocks secara menguntungkan ini, maka akan lebih baik jika kamu juga menjual atau membeli saham ketika terjadi fluktuasi harga. Berbagai keputusan juga harus dilakukan secara tepat guna mendapatkan capital gain atau margin keuntungan, terlebih jika harga saham sedang tinggi-tingginya.

  • Trading komoditas emas

Salah satu komoditas yang banyak diperjualbelikan adalah emas. Namun, trading emas ini tidak bisa disamakan dengan investasi atau menabung emas seperti apa yang dipikirkan banyak orang. Sebab dalam aktivitas trading emas, cara kerjanya juga sudah cukup berbeda meskipun objek yang diperjualbelikan sama-sama berupa emas.

Trading emas dapat dilakukan melalui broker atau perusahaan penyedia layanan investasi. Selain itu, penjualannya pun harus senantiasa dipantau dari harga mata uang dollar AS karena fluktuasi nilai dolar dan kondisi ekonomi Amerika Serikat sangat berpengaruh terhadap harga emas tersebut.

Selain ketiga jenis trading di atas, saat ini juga sudah tersedia trading bitcoin yang memang sedang tren dan dijalankan oleh banyak orang. Dengan modal yang sedikit, kamu sudah bisa menjalankan aktivitas ini, bahkan menggunakan rupiah pun bisa mudah dilakukan. 

Yang penting, memantau kenaikan dan penurunan harga bitcoin merupakan hal yang penting supaya kamu dapat mengambil keputusan yang tepat. Tentunya, tidak lain dan tidak bukan adalah demi mendapatkan capital gain yang tinggi sesuai dengan keinginan.

Keuntungan Trading Saham

Menjalankan trading invest di stocks sering kali dianggap sebagai suatu hal yang merugikan karena dianggap seperti perjudian. Padahal, ada berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau menjalankan trading, apalagi jika dijalankan secara tepat. Berikut beberapa keuntungan yang dimaksud.

  • Lebih fleksibel

Banyak orang menyukai trading karena alasan fleksibilitas. Hal ini karena aktivitas trading apapun dapat kamu jalankan secara langsung kapan saja dan di mana saja, yang penting kamu masih memiliki akses internet yang stabil.

Tanpa menyita banyak waktu pun, kamu masih dapat menjalankan kegiatan trading tersebut. Jadi, kesibukan bukan lagi menjadi suatu alasan jika ingin menjalankan trading stocks karena kamu bisa sangat mudah menjalankannya sesuai keinginan dan kebutuhan.

  • Relatif murah dan terjangkau

Aktivitas trading memang membutuhkan modal, namun kamu tidak perlu khawatir dengan modal tersebut karena bisa sangat mungkin dilakukan dengan modal yang sedikit. Biaya tambahan yang dibutuhkan paling-paling hanya biaya registrasi dan komisi yang tidak akan menguras kantong dalam-dalam.

Dari modal yang kamu keluarkan, justru akan berbalik menjadi untung besar. Namun selalu pastikan bahwa kamu sudah melakukan analisis dan mengambil keputusan yang tepat mengenai kapan kamu akan menjual atau membeli saham stocks tersebut.

  • Dijalankan secara praktis

Buat kamu yang masih merasa ragu dalam menjalankan aktivitas trading, tidak perlu merasa risau. Berkat dukungan teknologi yang ada saat ini, kamu bisa menjalankan trading bahkan secara online sehingga dapat diakses secara lebih mudah.

Kamu bisa melakukan pemantauan secara online, bahkan dengan adanya teknologi dan sistem terupdate, kamu bisa menjalankan auto trading dan memantau harga saham secara langsung tanpa perlu ribet.

  • Transaksi yang aman

Investasi saham dengan cara trading juga aman, asalkan dilakukan pada broker atau tempat yang tepat dan terpercaya. Jika menjalankannya secara tepat, maka dana yang akan kamu investasikan tidak akan disalahgunakan sehingga tidak perlu lagi merasa was-was.

Selain itu, data-data pribadi yang diberikan pada saat pendaftaran sering kali juga menjadi hal yang dikhawatirkan oleh banyak trader pemula. Akan tetapi, jika kamu mendaftar pada broker atau advisor yang tepat, maka kamu tidak akan merasakan kerugian yang berarti.

  • Tidak sulit bagi pemula

Kamu yang masih pemula atau masih awam juga tidak perlu ragu jika ingin menjalankan trading saham. Dengan berbagai dukungan teknologi dan perkembangan zaman, sudah muncul berbagai advisor baik yang berupa robot maupun perusahaan broker yang akan membantumu mengambil keputusan untuk melakukan invest di stocks.

Kamu juga akan dibimbing sedemikian rupa sehingga dapat melakukan analisis secara bijak untuk mendapatkan manfaat yang kamu inginkan. Dengan begitu, semakin banyak saran yang kamu dapatkan, semakin banyak juga ilmu yang akan kamu petik.

Trading Stocks, Bagaimana Caranya?

Menjalankan trading stocks sejatinya bukan sesuatu yang sulit ataupun juga sesuatu yang mudah. Ada berbagai persiapan untuk kemudian kamu praktikkan sehingga menjadi untung yang besar. Berikut ulasan dari sejumlah cara investasi dan trading saham yang perlu kamu jalankan.

1. Persiapan

Ada berbagai persiapan yang harus benar-benar diperhatikan supaya aktivitas trading tersebut berjalan dengan lancar. Berikut persiapan secara umum yang dapat kamu lakukan

  • Passion/minat

Memiliki passion di dunia pasar modal tentu bukanlah suatu hal yang instan. Hal ini karena dalam menjalankan trading kamu dituntut untuk terus belajar dan menjalankan berbagai hal seputar pasar modal tersebut.

Apalagi, trading stocks sejatinya merupakan hal yang dinamis, begitu banyak perubahan bisa terjadi secara cepat serta berbagai keuntungan atau kerugian yang bisa datang kapan saja. Dengan minat yang kuat, maka kamu juga akan mudah terbiasa menjalankan aktivitas trading saham tersebut.

  • Pengetahuan

Mendatangkan keuntungan pada trading invest di stocks juga memerlukan effort yang besar. Selain minat, pengetahuan juga merupakan hal yang utama. Kamu harus paham dulu bagaimana mekanisme trading yang dilakukan, serta perlunya menguasai skill trading secara tepat.

Untuk melengkapi pengetahuan yang dimiliki, kamu bisa membaca berbagai jurnal di internet atau sosial media. Selain itu, berbagai buku mengenai investasi dan trading serta seminar terkait juga dapat menjadi ladang ilmu baru buat kamu yang memang masih pemula di dunia trading saham.

  • Modal yang cukup

Investasi akan sulit jika kamu tidak memiliki modal yang cukup. Tidak harus besar, bahkan dengan hanya menyiapkan Rp100.000 saja, kamu sudah bisa memulai investasi setiap bulannya. Dengan modal yang kecil tersebut, manfaat yang diterima bisa sangat besar.

Jika kamu merasa tidak mampu memenuhi modal yang besar, mulailah trading dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Saat ini sudah banyak platform trading yang menawarkan investasi dengan modal beberapa puluh hingga ratusan ribu rupiah. Kamu dapat menyisihkan beberapa persen dari penghasilan bulanan untuk menjalankan trading secara rutin.

2. Memulai Trading

Memulai trading invest di stocks bisa dilakukan secara cepat dan mudah, asalkan kamu tahu bagaimana langkah-langkahnya. Ya, sejatinya ada beberapa hal yang musti diperhatikan seperti pada poin-poin berikut ini.

  • Memilih broker yang tepat

Perdagangan saham atau stocks memerlukan akun broker untuk menampung investasi. Jika kamu belum mempunyai akun, maka kamu bisa mulai membuatnya terlebih dahulu di aplikasi atau website broker yang sudah terpercaya kualitasnya.

Pilihlah broker yang memang memiliki reputasi baik dan jangan mudah terpancing dengan promo yang belum tentu diketahui kebenarannya. Selain itu, pilihlah broker dengan kualitas layanan dan fitur yang terjamin sehingga tidak akan menyusahkan dirimu nantinya.

  • Membeli saham dengan fundamental dan likuiditas baik

Sebagai pemula, tentu ada banyak hal yang dibingungkan. Namun, dengan memilih saham yang memiliki likuiditas tinggi, maka kamu bisa lebih mudah mendapatkan untung. Hal ini karena saham yang dikenal dengan nama blue chip stocks ini merupakan penggerak pasar yang signifikan.

Selain itu, jika situasi pasar semakin membaik, maka saham dengan tipe blue chip ini akan bergerak lebih cepat dan lebih dulu dibandingkan dengan saham lainnya. Adapun saham yang baik dan berlikuiditas tinggi pada IHSG ini juga dikenal dengan istilah LQ 45.

  • Mulai belajar menganalisis chart

Sebagai seorang trader, analisis adalah hal yang sangat penting untuk dijalankan. Membiasakan diri membaca berbagai data invest di stocks dan menganalisisnya akan membuatmu lebih mudah menentukan kapan kamu akan menjual atau membeli sebuah saham.

Selain itu, setiap laporan saham biasanya akan disertai dengan chart. Ada baiknya untuk selalu terbiasa meluangkan waktu untuk melihat berbagai chart dan indeks saham sehingga mau tidak mau akan membuatmu mudah mempelajari berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam perdagangan.

  • Belajar trading dengan akun virtual

Saat ini sudah banyak akun broker dan website yang berkaitan dengan trading. Akun-akun virtual tersebut sering kali menggunakan demo untuk menarik perhatian para trader pemula. Akan tetapi, kamu masih bisa menggunakan akun demo tersebut untuk berlatih menjalankan trading sehingga terbiasa dengan sistem dan perhitungannya.

Pilihlah akun yang memang memiliki reputasi baik. Jangan sampai hanya tergiur dengan tampilan dan iming-iming fitur yang tersedia. Pastikan akun virtual ini dapat memberimu perspektif lain sehingga membuatmu mendapatkan berbagai pengalaman yang baru.

  • Mempertahankan perspektif dan membagi risiko

Konsisten dalam menjalankan invest di stocks dan tetap fokus adalah jalan untuk mencapai keuntungan yang diinginkan. Namun, pastikan juga kamu tidak lepas dari berbagai perhitungan untuk tetap mempertahankan argumen dan perspektifmu dalam menjual atau membeli saham yang tersedia.

Akan lebih baik lagi jika kamu melakukan diversifikasi risiko dengan cara membeli beberapa jenis saham dari sektor yang berbeda-beda. Bukan berarti kamu menimbun saham, namun hal ini akan mempermudah kamu mendapatkan untung jika salah satu jenis saham tersebut mengalami kerugian.

  • Bersikap konsisten

Yang juga penting saat menjalankan trading saham adalah tetap konsisten. Konsistensi ini perlu dipersiapkan sejak dini supaya kamu benar-benar tahu apa yang musti dilakukan secara rutin demi mendapatkan manfaat yang diinginkan. Jika tidak konsisten, tentu untuk balik modal saja akan sulit.

Fokus dan konsisten dalam menjalankan trading akan sangat membantumu dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil. Rutin dalam membagi prioritas investasi dan melakukan diversifikasi juga akan menghindarkan kamu dari berbagai risiko yang bisa saja terjadi secara cepat.

3. Menghindari kesalahan umum

Tidak jarang, kesalahan demi kesalahan dilakukan oleh para pemula yang sedang menjalankan investasi dan trading saham. Akan tetapi, kamu tidak perlu merasa khawatir karena kesalahan dan kegagalan merupakan hal yang biasa. Ada beberapa kesalahan umum yang sebenarnya tidak perlu dilakukan pada saat invest di stocks namun sering kali menjadi hal yang terulang, yakni:

  • Tidak memiliki perencanaan yang matang

Sebagai seorang trader, menyusun dan menyiapkan strategi sebelum memulai trading adalah hal yang penting. Ketidaksiapan trader dalam menjalankan aktivitas ini akan sangat berpengaruh terhadap performanya. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika kamu mulai merencanakan secara baik kapan akan memulai belajar trading, membelinya, hingga menjualnya.

Mengikuti tren sering kali menjadi salah satu alasan milenial untuk belajar trading. Namun sebaiknya kamu tidak terlalu mengikuti tren dan lebih baik benar-benar menuruti kesiapan dari diri sendiri. Hal ini karena tidak jarang, banyak trader menjadi frustrasi karena mengalami kegagalan akibat tidak mengetahui banyak hal seputar trading.

  • Salah analisis data

Melakukan analisis adalah hal yang penting, seperti kapan memulai saat yang tepat untuk membeli atau menjual stocks tersebut. Jangan hanya bermain asumsi atau spekulasi, ujung-ujungnya kamu malah membeli atau menjual saham di waktu yang tidak tepat seperti ketika harga sedang tidak stabil.

Untuk melatih diri, kamu bisa menggunakan berbagai akun demo yang ada di sejumlah platform trading. Selain itu, kamu juga bisa mulai belajar membaca berbagai data terkait keuangan supaya lebih mudah mengenali potensi dan peluang yang terjadi. Juga, pastikan kamu up-to-date dengan berbagai kabar dunia nasional dan global sehingga paham dengan kondisi ekonomi secara umum.

  • Terlalu ambisius dan emosional

Bagi para trader pemula, biasanya mindset mereka adalah ingin cepat-cepat mendapat keuntungan besar. Padahal, trading bukanlah judi yang untungnya bisa didapatkan secara instan. Tidak gegabah dalam mengambil keputusan adalah hal yang penting sehingga tidak menjadi terlalu ambisius dan cepat-cepat ingin menyelesaikan proses trading.

Kamu harus selalu ingat bahwa untuk mencapai keuntungan pada trading bukanlah sesuatu yang cepat. Namun, bukan berarti tidak bisa karena jika kamu konsisten dan memilih saham yang tepat maka bisa saja keuntungan bisa diraih secara singkat. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi sehingga pastikan kamu tidak mudah terbawa emosi untuk menjalankan aktivitas tersebut.

Dari berbagai kesalahan yang sering dilakukan tersebut, melakukan berbagai evaluasi untuk menghindari dan meminimalisir kesalahan sangatlah penting untuk dilakukan. Beberapa cara bisa dilakukan, yakni dengan membaca referensi terkait atau kamu juga bisa bertanya pada orang-orang yang sudah profesional sehingga dapat terhindar dari berbagai kesalahan dan kegagalan yang sama.

Mengulik Perbedaan CFD dan Real Stocks

Setelah mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan trading invest di stocks, tentunya kamu juga tidak boleh ketinggalan informasi seputar CFD dan Real Stocks. Keduanya memiliki kaitan yang cukup erat dengan segala hal yang berhubungan dengan trading saham alias trading stocks.

CFD (Contract for Difference) merupakan perdagangan kontrak derivatif yang dilakukan oleh dua pihak yang lazim disebut sebagai pihak pembeli dan penjual. Pada dasarnya, CFD merupakan suatu perjanjian atau kontrak antara trader dengan broker yang melibatkan perubahan harga aset seperti saham atau indeks dan mata uang dari saat kontak dibuka hingga disimpulkan.

Kontrak ini bersifat derivatif karena berasal dari aset. Dengan demikian, trader hanya akan menjalankan deposit sesuai dengan nilai pasaran yang lebih kecil dibandingkan margin awal. Meskipun begitu, trader akan tetap menerima untung dan rugi yang sama, seolah-olah membayarkan semua harga secara utuh.

Membeli sebuah CFD sejatinya hampir sama dengan memiliki sebuah saham. Hal ini karena dengan membelinya, maka kamu bisa memberikan nilai tambah dari kepemilikan saham meskipun tanpa memiliki sahamnya.

Ada beberapa persamaan dan perbedaan yang mendasari antara CFD dengan saham biasa atau real stocks, misalnya untuk persamaan dapat dilihat dari pergerakan harga di mana CFD yang diperdagangkan memiliki performa yang sama dengan saham yang diperdagangkan pada bursa konvensional.

Selain itu, akses emiten termasuk dividen di mana hal ini akan berpengaruh terhadap harga CFD dan para pemegang saham. Keduanya akan sama-sama menerima manfaat yang akan langsung dikredit pada akun. Salah satu pengecualian adalah sebagai trader CFD, kamu tidak memiliki hak voting pada resolusi meeting para direksi.

Meskipun secara umum hampir sama, CFD dan invest di stocks ternyata memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Hal ini sangatlah penting terutama jika kamu memang tertarik dengan CFD atau ingin mengetahui lebih jauh mengenai keduanya. Adapun perbedaan antara real stocks dengan CFD yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut.

  • Tidak ada kepemilikan

Tahukah kamu jika membeli sebuah CFD maka tidak ada unsur kepemilikan perusahaan dalam transaksinya? Ternyata hal inilah yang menyebabkan tidak adanya hak voting maupun biaya bera materai seperti pada perdagangan saham negara tertentu.

Hal ini cukup berbeda dengan saham di mana kamu yang bermain trading akan mendapati nama perusahaan sehingga bisa saja kamu mengetahui keadaan yang terjadi pada sektor keuangan dan sosial politik yang terjadi di dalamnya.

  • Deviden

Merupakan faktor yang sangat diperhatikan ketika berinvestasi dan trading saham. Biasanya, deviden pada saham akan diterima pada tanggal pay date yang ditentukan oleh emiten, bahkan mencapai sebulan. Berbeda dengan CFD yang bisa dibayarkan pada tanggal pembagiannya.

Selain itu, pembelian atau invest di stocks dengan cara konvensional sering kali dikenakan pajak beberapa persen. Hal ini tidak terjadi pada CFD sehingga deviden yang diterima bisa dibilang utuh tanpa ada potongan pajak.

  • Margin trading

Perdagangan CFD dilakukan dengan margin yang bisa lebih rendah hingga 10% dari nilai perdagangan. Berbeda dengan saham di mana fasilitas margin tersebut diambil dengan cara peminjaman dan hanya 50% saja yang dapat digunakan.

Padahal, dalam CFD posisi sebesar 10 kali dari jumlah margin bisa diambil secara bebas. Dengan begitu, bisa dibilang kamu akan lebih mudah mengambil keuntungan karena tanpa adanya sistem pinjaman tersebut.

Dari berbagai persamaan dan perbedaan tersebut, tentunya akan memudahkanmu dalam menentukan seperti apa tipe investasi yang akan kamu jalankan. Nah semoga kamu sudah mempertimbangkannya secara matang ya.

FAQ

1. Kapan saya bisa memulai invest di stocks?

Jawabannya, sekarang pun bisa. Namun, pastikan kamu memang sudah benar-benar siap, baik secara mental dan modal finansial. Kamu juga harus benar-benar siap menjalankan risiko dan berbagai penghitungan supaya tidak mudah mengalami kerugian.

2. Berapa modal yang dibutuhkan untuk trading?

Tidak ada patokan minimal yang biasa diberikan oleh pihak perusahaan atau broker. Namun lazimnya, modal senilai Rp100.000 pun bisa membuatmu memulai trading stocks tersebut secara mudah.

3. Manakah broker terbaik untuk pemula?

Terbaik atau tidak, hal itu sebenarnya relatif. Kamu bisa memilih mana broker yang paling cocok sesuai dengan kebutuhanmu. Namun, pastikan untuk selalu memenuhi standar yang baik seperti biaya yang terjangkau, keamanan yang baik, reputasi yang bagus, hingga pelayanan yang memadai.

4. Apakah CFD dapat dilakukan secara otomatis?

Perdagangan CFD dapat dilakukan secara manual maupun otomatis. Dengan begitu, trader akan secara manual membuat keputusan untuk menjual atau membeli atau secara otomatis melalui program yang sudah tersedia.

5. Bagaimana menghindari risiko trading invest di stocks?

Semuanya dapat dilakukan dari diri sendiri. Setiap trader pasti akan mengalami berbagai risiko, akan tetapi untuk meminimalisirnya, melakukan analisis dan memberikan keputusan secara tepat adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan trading stocks dan beragam informasi lainnya. Semoga bermanfaat dan membantumu mendapat kemudahan untuk menjalankan trading saham tersebut. Nah, buat yang masih ragu, segeralah mencoba dan jangan lupa pelajari seluk beluknya!