Foreign Currency Fixed Deposit

Definisi FCFD (Foreign Currency Fixed Deposit)

Ada berbagai pilihan investasi yang dapat dijalankan saat ini, salah satunya deposito valuta asing (valas) yang kerap disebut Foreign Currency Fixed Deposit (FCFD). Investasi ini banyak ditawarkan oleh pihak perbankan dengan banyaknya keuntungan. Tidak mengherankan jika jenis investasi yang satu ini kerap dilirik oleh banyak kalangan.

Mengenal Kembali FCFD

FCFD atau dikenal dengan Deposito Valas merupakan suatu simpanan berjangka dengan berbagai pilihan mata uang asing. Biasanya, mata uang yang disimpan berupa dollar AS, dollar Singapura, Euro, Yen Jepang, hingga Yuan China.

Karena menggunakan mata uang asing, maka suku bunga yang digunakan biasanya suku bunga internasional yang persentasenya lebih rendah dibandingkan dengan deposito rupiah. Penarikan dana dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian nasabah dengan bank. Biasanya, tenor yang digunakan adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Syarat Berinvestasi dengan FCFD

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi pada sektor perbankan menggunakan produk Deposito Valuta Asing, tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut beberapa contoh syarat yang dimaksud.

  • Bagi orang pribadi, status kewarganegaraannya adalah WNI atau WNA. WNI yang ingin menjadi nasabah harus menyerahkan fotokopi KTP/SIM/Paspor, sementara WNA harus memiliki KIMS/KITAS sebagai identitas tinggal sementara.
  • Bagi nasabah yang berupa badan usaha, wajib menyerahkan fotokopi akta pendirian usaha, NPWP, identitas pengurus, serta surat kuasa yang asli.
  • Mengisi formulir untuk keperluan membuka deposito Foreign Currency Fixed Deposit (FCFD) secara lengkap
  • Menyerahkan setoran awal yang besarannya minimal sesuai dengan ketentuan pihak bank.

Kelebihan FCFD

Deposito valas kerap disebut minim risiko, bahkan memiliki berbagai kelebihan yang sangat menguntungkan. Berikut beberapa kelebihan yang dimaksud.

  1. Perlindungan kurs rupiah yang fluktuatif

Banyak faktor memengaruhi nilai tukar rupiah, baik dari eksternal maupun internal. Jika Anda bekerja atau berpenghasilan dalam bentuk uang asing, maka investasi ini tidak banyak berpengaruh pada fluktuasi kurs rupiah. Apalagi kurs rupiah merupakan kurs yang cukup sulit ditebak pergerakannya.

  1. Bunga yang memikat

Suku bunga deposito FCFD cenderung lebih kecil dibandingkan rupiah. Namun, bukan berarti hal ini tidak menarik apalagi bunga yang diberikan sesuai dengan nilai dan tenor yang sebelumnya telah disepakati antara nasabah dengan pihak bank.

  1. Jangka waktu yang fleksibel

Mengingat jenis investasi valas ini semakin digemari, maka pihak bank memberikan keleluasaan lebih dalam memilih tenor deposito yang sesuai. Dengan demikian, keuangan Anda akan lancar dan berjalan secara mudah.

  1. Investasi menggiurkan

Anda yang bekerja di luar negeri tentu memperoleh gaji dalam mata uang asing. Dibandingkan menukar valas tersebut ke rupiah lalu menyimpannya dalam bentuk tabungan, hal ini justru akan berdampak pada saat inflasi. Dengan begitu Foreign Currency Fixed Deposit (FCFD) dapat menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi.

  1. Gratis biaya admin

Keuntungan lain yang diberikan adalah biaya administrasi yang gratis. Dengan begitu, dana Anda tetap utuh sehingga keuntungan menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan tabungan biasa.

Risiko FCFD

Satu-satunya risiko yang mungkin terjadi pada saat Anda memutuskan untuk menjalankan deposito valas ini adalah berlakunya kurs jual dan kurs beli yang juga banyak digunakan jika ingin menukar mata uang asing ke rupiah dan sebaliknya. Kurs beli dan kurs jual ini dikenakan pada saat nasabah akan mencairkan atau menyetor deposito valas.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *