Eurozone

Apa Itu Eurozone? Pengertian dan Definisi

Negara-negara di dunia memiliki mata uangnya masing-masing dengan currency yang berbeda. Salah satunya adalah mata uang Euro yang digunakan oleh beberapa negara di Eropa. Persatuan Negara-negara di Eropa yang menggunakan mata uang Euro dikenal juga sebagai Eurozone. 

Pengertian Eurozone

Eurozone yang secara resmi dan umum dikenal sebagai kawasan Euro. Eurozone adalah kawasan geografi dan ekonomi di beberapa Negara Uni Eropa yang menggunakan mata uang Euro sepenuhnya sebagai mata uang nasional di Negara-negara tersebut.

Terhitung sejak Agustus tahun 2020 terdapat 19 negara di Uni Eropa yang masuk dalam Eurozone. Negara-Negara tersebut terdiri dari Belgia, Austria, Italia, Spanyol, Finland, Latvia, Jerman, Lithuania, Belanda, Portugal, Slovakia, Slovenia, Irlandia, Yunani, Prancis, Malta, Siprus, Estonia, dan Luksemburg.

Dari 19 negara di Uni Eropa tersebut terdapat lebih dari 340 juta jiwa masyarakat yang tinggal di kawasan Eurozone. Mereka sepenuhnya telah menggunakan mata uang Euro selama beberapa dekade terakhir sebagai alat pembayaran yang sah dan berlaku di Negara tersebut.

Mengenal Erozone dengan Baik

Eurozone atau zona Euro merupakan salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia dibanding kawasan ekonomi dari Negara lainnya. Selain itu, mata uang Euro juga dianggap sebagai mata uang yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi dari sekian banyak mata uang yang beredar di dunia.

Mata uang Euro terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, hingga menjadi lebih menonjol dan memiliki banyak cadangan di berbagai bank sentral. Mata uang Euro serta zona Euro sering dijadikan sebagai contoh dalam mempelajari berbagai trilemma.

Trilema sendiri merupakan sebuah teori ekonomi dengan dalil bahwa Negara memiliki tiga pilihan ketika hendak membuat keputusan. Keputusan yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan moneter internasional di Negara tersebut.

Sejarah Eurozone

Pembentukan Uni Eropa dilakukan saat perjanjian Maastricht pada tahun 1992, dan ditandatangani oleh beberapa Negara yang tergabung dalam komunitas Eropa atau European Community (EC). Pembentukan Uni Eropa berdampak besar pada beberapa daerah sehingga mendorong kerja sama dan koordinasi yang lebih besar dalam kebijakan secara umum.

Namun pembentukan Uni Eropa juga menghasilkan efek khusus pada kewarganegaraan, kebijakan ekonomi, serta kebijakan dalam keamanan dan pertahanan Negara. Mengenai kebijakan ekonomi, tujuan dari perjanjian Maastricht sebenarnya adalah untuk menciptakan persatuan ekonomi dan moneter bersama dengan banyak bank sentral Eropa (ECB) serta mata uang bersama yaitu Euro.

Pertimbangan Khusus

Tidak semua Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa masuk dalam zona Euro karena beberapa alasan. Salah satunya adalah Negara Denmark yang memilih untuk tidak bergabung dalam Eurozone, meskipun kemungkinan Denmark dapat bergabung di masa depan.

Beberapa Negara yang termasuk dalam Uni Eropa belum memenuhi syarat untuk dapat masuk ke dalam zona Euro. Negara lain yang tidak masuk dalam zona Euro lebih memilih menggunakan mata uang mereka sendiri sebagai cara untuk mengatasi permasalahan ekonomi dan moneter di Negara mereka.

Syarat-Syarat Khusus Untuk Masuk Dalam Eurozone

Adapun syarat-syarat yang diperlukan untuk masuk dalam zona Euro diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Stabilitas harga.
  • Keuangan publik yang sehat dan berkelanjutan.
  • Ketahanan konvergensi.
  • Stabilitas nilai tukar.

Keempat indikator makroekonomi yang telah disebutkan merupakan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh suatu Negara untuk dapat masuk dalam Eurozone. Demikianlah informasi singkat mengenai zona Euro untuk memahami ekonomi dunia yang berjalan saat ini.