Currency Peg

Definisi Currency Peg – Penjelasan untuk Pemula

Istilah Currency Peg secara umum di dunia perekonomian dikenal sebagai pasak mata uang. Yaitu sebuah kondisi yang dialami oleh sebuah negara untuk menentukan nilai tukar mata uang mereka secara tetap terhadap negara lainnya. Dalam hal ini pertukaran mata uang akan dikendalikan oleh bank sentral negara terkait agar supaya tetap memiliki nilai tukar yang stabil. 

Penetapan nilai tukar mata uang menjadi penting keberadaannya karena menentukan kondisi perekonomian suatu negara. Bahwa jika penetapan mata uang dilakukan terlalu rendah maka akibatnya adalah bisa membuat standar kehidupan masyarakat lokal negara terkait akan berada di level rendah, bisa memberikan kerugian pada bisnis asing, serta membuat terjadinya ketegangan dengan bisnis yang dilakukan dengan negara lainnya. 

Sebaliknya, jika pertukaran mata uang dilakukan terlalu tinggi maka bisa berakibat pada konsumsi produk impor yang berlebihan, hanya terjadi dalam jangka waktu pendek dan hal itu juga menyebabkan inflasi ketika terjadi penurunan. 

Memahami Cara Kerja Kebijakan Currency Peg

Tercatat sejumlah 66 negara di dunia menerapkan kebijakan currency peg yang dilakukan khusus pada mata uang dolar Amerika. Mengapa hanya pada mata uang dolar Amerika saja? Penyebabnya adalah karena mata uang tersebut menjadi mata uang global yang diberlakukan di seluruh dunia. 

Amerika Serikat sendiri memiliki pengaturan nilai tukar sendiri yang dilakukan dengan sekitar 38 negara di dunia. Dimana sekitar 14 negara mengelompokkan mata uang mereka ke dolar Amerika. Dolar Amerika sudah ditetapkan menjadi mata uang cadangan dunia. 

Setelah Dolar Amerika, kebijakan currency peg juga ditetapkan pada mata uang Euro yang mana digunakan di sekitar 19 negara Eropa. Sebenarnya bagaimana cara kerja Currency peg? Bahwa yang mendorong terjadinya penetapan mata uang adalah untuk memotivasi terjadinya perdagangan antar negara dengan mengurangi resiko nilai tukar mata uang asing. 

Dimana sering kali terjadi, keuntungan untuk berbagai jenis bisnis yang dilakukan terhitung rendah sehingga jika dilakukan ada perubahan meski kecil nilainya dalam nilai tukar bisa menghilangkan keuntungan serta membuat pengusaha mencari investor baru. 

Adapun ada 3 jenis nilai tukar yang paling sering dipakai dalam kebijakan currency peg yaitu emas, Euro dan Dolar Amerika. Dengan memberlakukan kebijakan currency peg maka hal itu akan menciptakan stabilitas yang bagus antara rekan dagang sehingga bisa bertahan lama hingga puluhan tahun lamanya. Secara sederhana, cara kerja currency peg akan dijelaskan pada contoh di bawah ini. 

Jika sebuah negara sudah menerapkan kebijakan currency peg dengan menggunakan kurs yang tetap pada dolar Amerika, maka harus memiliki banyak persediaan dolar untuk menjaga ketetapan nilai tukar tersebut. Namun sebagai hasil akhirnya, negara yang bersangkutan harus memiliki hubungan ekspor yang tangguh dengan Amerika Serikat. Hal yang serupa berlaku pada negara lain yang juga menetapkan kebijakan yang sama. 

Keuntungan bagi negara yang menerapkannya adalah bisa mendapatkan banyak pembayaran yang dilakukan dengan dolar Amerika yang selanjutnya bisa ditukarkan ke mata uang lokal negara tersebut. Hasil penukaran bisa dipakai untuk membayar upah pekerja dan penyedia barang yang terlibat dalam bisnis tersebut. 

Lalu apa saja keuntungan yang bisa didapatkan jika kebijakan currency peg bisa diterapkan dalam sistem? Jika sebuah negara sudah menetapkan mata uang yang memiliki nilai tukar maka hal itu bisa mendorong serta membantu untuk meningkatkan pendapatan negara secara nyata. Terutama dengan naik turunnya nilai tukar yang relatif rendah serta tidak berpeluang untuk berubah dalam jumlah banyak untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Lalu kerugian jenis apa yang bisa dialami jika sebuah negara memutuskan untuk menerapkan kebijakan currency peg ini? Bahwa jika sebuah negara sudah memutuskan untuk menerapkan kebijakan currency peg adalah tugas bank sentral negara menjadi penentu nilai tukar berada pada posisi yang telah ditentukan. 

Bahwa bank sentral sebuah negara yang menerapkan kebijakan currency peg harus terus melakukan pemantauan dalam bidang penawaran dan permintaan barang, melakukan pengelolaan pada arus kas dengan maksimal dengan tujuan untuk menghindari terjadinya lonjakan baik pada hal permintaan atau penawaran. 

Jenis kerugian yang akan dialami diantaranya adalah bank sentral negara yang memiliki masalah dalam hal nilai tukar yang ditetapkan terlalu rendah rate-nya maka memerlukan cadangan devisa yang sangat besar untuk bisa melawan pembelian dan penjualan mata uang yang dilakukan secara massif dan berlebihan. 

Kerugian lainnya adalah pada sisi konsumen, yang mana akan kehilangan daya beli terhadap barang-barang yang diimpor dari luar negeri. Akibatnya adalah bisa menurunkan standar perekonomian, konsumsi serta taraf kehidupan masyarakat lokal dari negara yang bersangkutan. 

Pro dan Kontra Pada Kebijakan Currency Peg

Adapun kebijakan currency peg yang saat ini sudah mulai banyak dilakukan oleh banyak negara ternyata memiliki pro dan kontra untuk menerapkannya. Berikut sikap pro atau yang menjadi reaksi positif dari kebijakan currency peg. 

  1. Bisa memperluas bidang perdagangan serta meningkatkan pendapatan nyata dari sebuah negara
  1. Memberikan peluang untuk melakukan investasi jangka panjang yang dilakukan menjadi lebih realistis untuk dilakukan
  1. Bisa mengurangi adanya gangguan pada mata rantai pasokan barang yang masuk
  1. Mampu meminimalkan perubahan nilai investasi yang dimiliki sebuah bisnis Lalu bagaimana dengan kontra yang terjadi pada kebijakan currency peg? Berikut beberapa kontra yang muncul dari penerapan kebijakan currency peg. 
  1. Bahwa penetapan kebijakan ini bisa mempengaruhi perdagangan valas dengan cara membendung volatilitas secara artifisial. 
  1. Kebijakan ini diyakini bisa menyebabkan daya beli masyarakat menjadi terkikis akibat dipatoknya nilai tukar yang terlalu rendah 
  1. Sebaliknya jika nilai tukar dipatok terlalu tinggi, maka akibatnya bisa menciptakan terjadinya defisit pada perdagangan. 
  1. Kontra yang terakhir adalah bisa meningkatkan inflasi jika dipatok dengan nilai tukar yang terlalu tinggi. 

Ketahui Fakta dari Menerapkan Kebijakan Currency Peg

Ada beberapa fakta yang harus Anda ketahui mengenai kebijakan ini yang diterapkan pada sebuah negara. Diantaranya adalah jika Anda mematok mata uang yang Anda gunakan maka hal itu berarti Anda mengunci nilai tukar antara mata uang negara Anda dengan nilai tukar mata uang negara lainnya. 

Lalu hingga kini, berapa banyak mata uang yang telah dipatok? Kurang lebih pada tahun 2019, ada sekitar 192 negara yang melakukan perjanjian nilai tukar mata uang. Sejumlah 38 negara diantaranya melakukan perjanjian nilai tukar dengan negara Amerika Serikat. Dan dari 38 negara tersebut ada sekitar 14 yang telah menetapkan sudah memiliki mata uang yang dipatok pada dolar Amerika. 

Fakta berikutnya adalah tentang alasan mengapa sebuah negara akan mematok mata uang yang mereka miliki. Bahwa alasan yang paling umum adalah untuk mendorong terjadinya perdagangan yang dilakukan antar negara, dimana hal itu dilakukan untuk menghindari resiko yang berkaitan dengan pengembangan pasar yang lebih luas sekaligus untuk membuat perekonomian sebuah negara menjadi lebih stabil. 

Adapun data negara yang memiliki perjanjian nilai tukar mata uang dengan Amerika Serikat diantaranya adalah Hongkong, Arab Saudi, Yordania, Irak, Uni Emirat Arab, Belize dan Bahrain. 

Banyak pendapat yang berbeda mengenai kebijakan currency peg ini. Dimana jika sebuah mata uang yang dipatok dilakukan eksekusi dengan baik maka bisa memberikan keuntungan lumayan bagi negara yang menerapkannya. Yaitu bisa meningkatkan perdagangan yang dilakukan serta meningkatkan pendapatan negara. 

Namun jika nilai tukar mata uang dilakukan eksekusi secara buruk, maka akibatnya adalah negara yang bersangkutan bisa mengetahui terjadinya defisit pada perekonomian mereka, terjadi peningkatan inflasi dan memiliki masyarakat dengan tingkat konsumsi yang terbilang rendah. 

Catatan penting: Dalam penerapan kebijakan currency peg, terdapat catatan penting yang harus diperhatikan. Bahwa hanya pasak mata uang yang memiliki sifat realistis yang bisa bertujuan untuk mengurangi volatilitas untuk dapatkan manfaat ekonomi. Volatilitas adalah sebuah ukuran dasar untuk resiko yang bisa ditanggung yang mana berhubungan dengan instrumen pasar keuangan yang menjadi konstituen yang disengaja dalam naik turunnya harga aset. 

Sebuah negara disarankan untuk tidak mematok nilai tukar mata uang dengan kisaran yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Karena akibatnya secara artifisial bisa membuat ketidakseimbangan sehingga bisa mendatangkan kerugian pada semua negara yang terlibat dalam kebijakan currency peg tersebut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *