British Pound Sterling

Apa Itu British Pound Sterling?

British Poundsterling merupakan mata uang yang paling tertua di dunia berasal dari Negara Britania raya. Mata uang ini tidak berubah sejak 600 tahun belakang ini, dan menjadi mata uang terkuat saat ini dengan nilai tukar tertinggi.

Pound sterling memiliki sejarah yang panjang hingga menjadi mata uang yang paling dicintai oleh warganya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perubahan nama pada Negara uni Eropa yang terjadi lebih dari satu kali namun para warga tetap menggunakan mata uang pound sterling.

Bagi penduduk Inggris, mata uang pound sterling tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran. Tetapi merupakan sebuah warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dipertahankan. Warga Inggris menganggap pound sterling sebagai lambang dari kekuatan mereka mengingat nilai mata ini yang paling kuat.

Asal Usul Nama Pound Sterling

Secara etimologi, kata “pound” dan “sterling” merupakan kata yang merujuk kepada sebuah benda yaitu logam perak yang memiliki berat sebesar satu pound. Sterling adalah nama logam yang biasa digunakan oleh Negara inggris untuk mencetak uang koin. 

Pada zaman dahulu, uang-uang koin di Inggris menggunakan bahan baku 100% perak pada proses pembuatannya. Namun karena harganya yang mahal dan mudah rusak (tidak awet), maka pemerintah Inggris menambahkan logam sterling sebagai campuran dalam proses pembuatan uang koin. Hasilnya uang koin menjadi lebih tahan lama dan lebih hemat.

Ukuran satuan dari berat logam perak dijadikan referensi atau nilai pembanding dari mata uang pound sterling. Namun di masa modern saat ini, nilai dari mata uang pound sterling tidak lagi dikaitkan pada berat suatu logam. Nilai mata uang pound sterling saat ini ditentukan oleh mekanisme pasar yang berdasarkan jumlah permintaan dan penawaran.

Ada beberapa teori mengenai asal usul nama poundsterling, pertama berdasarkan kamus bahasa Inggris Oxford, dimana kata sterling berasal dari kata steorra yang merupakan kata turunan inggris kuno. Steorra sendiri memiliki arti “bintang” dan –ling yang berarti “kecil” sehingga sterling berarti “bintang kecil”. Kata tersebut merujuk pada mata uang Normandia Inggris sebesar satu sen perak.

Selanjutnya pada tahun 1260, Raja Inggris King Henry II memberikan sebuah piagam penghargaan kepada para pedagang baltik yang pada saat itu disebut sebagai “Easterlings” atau “Osterlings”. Hingga akhirnya Raja Henry II memberikan sebutan pound sterling untuk pertama kalinya dan digunakan oleh masyarakat Inggris sampai dengan sekarang.

Pound Sterling Sebagai Simbol Warisan Budaya

Masyarakat Inggris secara turun temurun terus menganggap mata uang pound sterling sebagai simbol warisan budaya yang harus dipertahankan. Mereka mencintai pound sterling dengan segenap hati dan penuh dengan perasaan emosional.

Meskipun beberapa kali Negara inggris telah berganti nama, dan sebagian masyarakat telah menggunakan mata uang Euro, namun mata uang poundsterling tetap dipertahankan dan digunakan. Sebagian besar masyarakat Inggris memberikan dukungan penuh agar mata uang pound sterling tetap bertahan hingga saat ini pemerintah inggris menetapkan pound sterling sebagai mata uang yang sah.

Simbol Mata Uang Pound Sterling Berarti Libra

Pernahkah Anda bertanya tentang simbol atau logo pada mata uang poundsterling yang unik? Ya, simbol atau logo mata uang pound sterling memiliki arti khusus. Namun sebelum mengetahui arti dari simbol tersebut, mari kita bahas tentang sejarah simbol dari mata uang pound sterling.

Pada awal pembuatannya tepatnya pada tahun 1725, simbol £ digunakan pada uang kertas bersamaan dengan simbol ₤ yang memiliki bilah palang ganda tidak lama setelah pembuatan simbol pertama. Namun uang kertas modern yang diterbitkan secara eksklusif sejak tahun 1975 menggunakan logo poundsterling yang ditulis dengan simbol palang tunggal (£).

Simbol mata uang poundsterling berasal dari huruf L, secara histori simbol L merupakan singkatan dari kata “Libra”. Libra adalah satuan ukuran dasar secara Romawi yang setara dengan berat satu pound pada jaman kerajaan romawi kuno. Dalam bahasa latin, libra memiliki arti keseimbangan, seiring waktu arti kata libra diubah oleh kerajaan Inggris menjadi pound. 

Berdasarkan sejarah tersebut, secara harfiah arti kata L dalam simbol mata uang pound sterling memiliki arti “pound” atau ukuran berat dalam bahasa Inggris. Hingga saat ini simbol mata uang pound sterling menggunakan logo dengan palang tunggal di tengahnya yaitu simbol £.

Mata Uang Satu-Satunya Di Dunia Yang Terdapat Logo

Ada lima Negara yang menggunakan simbol khusus untuk mata uang mereka. Kelimanya adalah Amerika serikat yang menggunakan $ untuk Dollar, jepang menggunakan simbol ¥ untuk Yen, Inggris menggunakan £ untuk Pound Sterling, Eropa menggunakan € untuk Euro, dan India menggunakan simbol ₹ untuk Rupee. 

Namun diantara kelima Negara tersebut, inggris satu-satunya Negara yang menyertakan logo mata uangnya pada cetakan mata uang. Simbol huruf L dengan satu garis palang horizontal yang berada di tengah tersebut terdapat pada semua mata uang pound sterling.

Tidak hanya itu, keunikan dari mata uang poundsterling juga terletak pada bentuknya. Uang kertas poundsterling akan memiliki ukuran yang semakin besar sesuai dengan nilai mata uangnya. Sehingga uang kertas poundsterling memiliki ukuran yang berbeda-beda. 

Pemerintah inggris sangat peduli dengan para warganya, hal tersebut dibuktikan dengan bank sentral inggris yang membubuhkan huruf braille pada setiap lembar uang kertas pound sterling. Sehingga para warga inggris yang tuna netra dapat dengan mudah menggunakan pound sterling. 

Perkembangan Nilai Mata Uang Pound Sterling

Nilai mata uang pound sterling telah mengalami beberapa kali perubahan yang merujuk pada peningkatan indeks. Selama periode tahun 1750 hingga tahun 1914, mata uang pound sterling telah mengalami perubahan naik dan turun indeks harga sebanyak 27 kali. 

Nilai indeks mata uang pound sterling pada tahun 1751 adalah 5,1 dan memuncak hingga mencapai nilai indeks 16,3 pada tahun 1813. Namun setelah perang Napoleon berakhir nilai indeks poundsterling menurun hingga mencapai indeks 10,0, hingga pada akhir abad 19 nilai indeks pound sterling tetap berada di kisaran 8,5- 10,0.

Pada tahun 1914 nilai indeks pound sterling adalah 9,8 kemudian meningkat hingga mencapai puncaknya di nilai 20,2 pada tahun 1920. Kemudian nilai indeks kembali turun hingga mencapai angka 15,8 pada tahun 1933. Meski demikian, nilai indeks pound sterling tetap tiga kali lebih tinggi dibanding dengan 180 tahun yang lalu.

Selama perang dunia ke II, mata uang inggris mengalami inflasi dan memberikan efek yang dramatis terhadap pound sterling. Selama itu pula indeks pound sterling terus meningkat hingga mencapai nilai 757,2 pada tahun 2005.

Demikianlah sejarah panjang mengenai mata uang poundsterling yang masih digunakan hingga saat ini oleh warga Inggris sebagai mata uang yang sah. 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *