Belajar Trading Bagi Pemula

Belajar Trading Bagi Pemula

Saat ini ada beragam cara mendapatkan uang selain bekerja maupun berjualan. Salah satunya ialah melakukan investasi baik dengan saham, Forex, dan lain-lain. Selain itu, banyak pula masyarakat yang tertarik untuk belajar trading dan mengaplikasikannya demin mendapatkan keuntungan lebih.

Pengertian Trading

Sebelum mempelajari lebih banyak mengenai trading, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu mengenai pengertiannya. Berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kegiatan pertukaran barang maupun jasa antar dua pihak. 

Saat ini istilah trading lebih merujuk kepada kegiatan jual beli sejumlah instrumen investasi seperti saham, mata uang digital, forex, dan lain-lainnya. Selain itu, terdapat kurun waktu yang mengikat yakni dalam jangka pendek saja misal hitungan menit hingga hari. 

Orang yang melakukan trading disebut dengan trader, dimana memiliki beragam macam bergantung pada jenis instrumen serta strategi yang digunakan. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. 

Macam-Macam Trading

Berdasarkan pengertiannya, trading ialah kegiatan jual beli suatu instrumen berjangka waktu pendek, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Di dalamnya terdapat beberapa macam kegiatan jual beli berdasarkan objeknya dan berikut informasinya:

1. Trading Saham

Trading saham ialah jenis paling populer digunakan dan dipilih oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan banyaknya pihak gencar melakukan edukasi mengenai instrument ini. Bukan hanya itu saja, transaksinya pun sudah dilindungi oleh Bursa Efek Indonesia sehingga masyarakat merasa lebih aman. 

Trading saham berbeda dengan kegiatan investasi dimana perbedaannya terletak pada waktu menahan instrumen tersebut sebelum akhirnya dijual. Trader akan melakukan sell dan buy secara rutin dalam jangka pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga belinya. 

2. Trading Forex

Kegiatan trading Forex hampir sama dengan saham dimana hanya berbeda pada objek instrumennya saja. Di sini trader menggunakan mata uang asing untuk melakukan kegiatan buy dan sell yang mana bergantung pada nilai kurs pada pair currency yang dipilih. 

Trading Forex juga tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan kegiatan sell dan buy, yakni hanya dalam hitungan menit hingga hari saja. Hal ini dikarenakan tujuannya bukan untuk investasi jangka panjang melainkan mendapatkan keuntungan besar maupun kecil secara rutin atau sering. 

3. Trading Bitcoin

Bitcoin merupakan salah satu mata uang digital yang mana kegiatan tradingnya menggunakan sistem cryptograph. Para trader akan melakukan jual beli melalui sebuah platform serta bertransaksi langsung tanpa menggunakan perantara ketiga seperti bank. 

Keuntungan melakukan trading Bitcoin maupun mata uang digital lainnya sangat menggiurkan. Namun, nilainya sering kali berubah terlalu fluktuatif. Sehingga banyak trader mengalami kerugian jika tidak memiliki kemampuan analisis dan strategi yang matang. 

4. Trading Emas

Emas sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu jenis instrumen investasi paling aman dan menjanjikan, sebab nilainya akan terus naik seiring berjalannya waktu. Namun, trading emas berbeda dengan investasi dimana tidak membutuhkan waktu lama untuk menyimpannya. 

Trader akan membeli sejumlah emas sesuai dengan deposit uang yang ada pada akun tradingnya dan kemudian menjual kembali instrumen tersebut ketika diprediksi harganya sedang tinggi. Perubahan nilainya mengacu pada kurs USD dimana dapat berubah sewaktu-waktu. 

5. Trading CFD

CFD ialah contract for difference yang memiliki arti kontrak perjanjian antara trader dan broker dalam melakukan penukaran selisih harga pada sebuah aset. Misalnya saham, mata uang, komoditas, dan lain-lain. Kegiatannya ini juga terikat kesepakatan waktu dari dua belah pihak terkait. 

Cara kerjanya ialah broker akan membayarkan kepada trader sejumlah uang apabila mendapatkan keuntungan dari harga beli. Namun, jika terjadi kekurangan atau terjadi kerugian maka akan dibayarkan sebaliknya. Trading ini kurang populer disebabkan terdapat beberapa kekurangan yang signifikan. 

6. Trading ETF

ETF merupakan singkatan dari exchange trade fund ialah, kegiatan investasi sekumpulan dana dalam sebuah aset melalui Bursa Efek Indonesia yang dikelola oleh perusahaan jasa keuangan. Bentuknya seperti reksadana dimana berisi gabungan antara manajemen dana serta saham. 

Tujuan dari kegiatan trading ini ialah untuk mendiversifikasikan aset investasi. Dimana bersifat lebih fleksibel seperti melakukan buy dan sell melalui bursa efek. Seorang trader yang ingin trading di instrument ini dapat melakukannya seperti jual beli kepemilikan saham. 

Perbedaan Jenis-Jenis Instrumen Trading 

Dari penjelasan mengenai macam-macam trading di atas, tentu Anda dapat mengetahui perbedaan dari setiap instrumen yang digunakan. Untuk memperjelas berikut ulasan singkat tentang karakteristik khusus dari masing-masingnya:

  1. Saham 

Saham merupakan instrumen investasi dan trading yang paling sering digunakan sebab sudah sangat familiar serta mudah untuk diakses. Bentuknya berupa besaran atau lot dari kepemilikan sebuah perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. 

Saham menjadi instrumen trading karena dapat diperjualbelikan dalam jangka pendek, sehingga tidak perlu hingga berbulan-bulan bahkan tahunan. Trader perlu memiliki kemampuan analisis teknis, fundamental, serta membaca tren pasar agar dapat mendapatkan keuntungan besar. 

  1. Forex

Forex menggunakan valuta asing di dunia sebagai bentuk instrumen tradingnya. Dapat digunakan untuk jangka panjang maupun pendek seperti pada saham. Transaksi jual belinya ialah dengan membandingkan nilai dua mata uang yang disebut dengan pair currency. 

Perbedaan dengan instrumen lainnya selain dari jenis bentuknya ialah, metode transaksinya yakni dengan melakukan perbandingan bukan hanya dengan melihat kenaikan grafik nilai tukarnya saja. Trading Forex dianggap lebih likuid dikarenakan kapitalisasinya termasuk sangat besar. 

  1. Bitcoin

Bitcoin merupakan salah satu contoh dari jenis mata uang digital juga dikenal dengan cryptocurrency. Tidak ada bentuk fisik dari instrumen ini namun tetap memiliki nilai jual dan beli tertentu. Kegiatan tradingnya sendiri bergantung pada perubahan nilai tukar dari kripto yang dipilih. 

Trader Bitcoin dapat meraih keuntungan sangat tinggi jika dapat melakukan analisis teknis yang baik serta dapat membaca tren pasar khususnya bertaraf internasional. Meskipun tidak berfisik namun, Bitcoin juga bisa ditukarkan dengan mata uang fisik dengan nilai tukar tertentu. 

  1. Emas

Emas merupakan instrumen investasi konvensional yang saat ini mulai merambah ke dunia digital. Yakni masyarakat dapat melakukan jual beli dalam jangka pendek atau trading melalui platform atau broker tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual. 

Perbedaan emas dengan instrumen lainnya ialah memiliki bentuk fisik, dapat digunakan untuk jangka panjang maupun pendek serta sudah terjamin keamanannya. Tak hanya itu, likuiditasnya pun tinggi sehingga memudahkan trader untuk menukarkannya kapan saja tanpa perlu melihat tren tertentu. 

  1. CFD

CFD merupakan instrumen perjanjian yang mana dapat memberikan keuntungan untuk trader jika dapat memilih broker serta instrumen yang tepat. Pembayaran keuntungan dan kerugian oleh kedua pihak dianggap adil sehingga tidak merugikan salah satu pihak. 

Perbedaan mendasar dari CFD dengan instrumen lain adalah jenisnya yakni merupakan perjanjian kontrak dari sebuah aset yang diinvestasikan atau diperjualbelikan. Oleh sebab itu, trader harus bisa meletakkan modalnya pada komoditas terbaik dan menguntungkan. 

  1. ETF

Instrumen dari ETF hampir mirip dengan reksadana serta transaksinya diawasi dan diamankan langsung oleh Bursa Efek Indonesia. Sekilas akan mirip dengan jual beli saham karena berada pada naungan keamanan yang sama namun berbeda pada jenis komoditasnya.

Pada ETF, dana akan diolah oleh seorang perusahaan jasa keuangan untuk yang bertindak sebagai broker dan akan meneruskan jual beli ke bursa yang dibawahi oleh BEI. Hal ini menjadikan, instrument trading jenis ini bersifat lebih beragam serta sangat fleksibel daripada saham maupun lainnya. 

Cara Melakukan Trading 

Dewasa ini semakin banyak orang yang ingin menjadikan trading sebagai salah satu sumber pemasukan baik utama maupun sampingan. Hal ini tentu saja dikarenakan cara kerjanya lebih mudah daripada kegiatan jual beli lainnya. Berikut ini panduan untuk melakukannya dengan mudah:

  1. Memutuskan Jenis Instrumen Trading

Sebelum memulai trading tentu saja hal paling utama yakni menentukan jenis instrumen yang hendak digunakan. Untuk itu sangat penting mempelajari berbagai pengetahuan dasar mengenai kegiatan jual beli ini. Anda bisa mencari tahu melalui internet, buku, maupun komunitas tertentu.

Pilihlah instrument dengan mempertimbangkan segala kelebihan dan kekurangannya. Di sisi lain, ketahui pula resikonya sehingga dapat merencanakan strategi agar tidak mengalami kerugian terlalu besar. Jangan memilih hanya karena sedang tren karena beresiko terjadi kegagalan karena kurangnya ilmu. 

  1. Menentukan Platform yang Hendak Digunakan

Jika sudah memilih jenis instrumen maka langkah selanjutnya ialah mengenai platform yang hendak digunakan untuk trading. Hal ini bisa Anda lakukan dengan membaca ulasan di internet maupun berdiskusi bersama komunitas maupun para ahli dan berpengalaman.

Pilihlah platform yang sesuai dengan kebutuhan serta didukung dengan perangkat Anda. Hal ini bertujuan untuk melancarkan kegiatan trading. Tak hanya itu, perhatikan pula jika ada biaya tambahan seperti admin fee di setiap transaksinya. 

  1. Mulai Membuat Akun Trading

Setelah memilih instrumen dan platform yang sesuai, maka langkah selanjutnya tentu mulai membuat akun trading. Prosesnya sama dengan ketika mendaftarkan pada sosial media namun diakhirnya Anda akan ditawari untuk melakukan deposito sejumlah uang. 

Deposito ini bertujuan untuk Anda memulai transaksi pertama setelah membuat akun trading. Jumlahnya berbeda-beda tergantung pada jenis instrumen serta platform yang digunakan. Namun, sering kali dengan nominal minimal Rp. 100.000,00 sudah dapat melakukan pembelian. 

  1. Mulai Melakukan Transaksi 

Setelah melakukan pembuatan akun dan mendepositokan uang, Anda dapat segera melakukan transaksi pertama yakni pembelian instrumen. Besarannya bergantung pada nilai belinya sehingga dalam nominal tertentu akan mendapatkan besaran yang berbeda-beda. 

Ketika hendak melakukan transaksi perhatikan instruksi dari platform yang Anda gunakan. Hal ini dikarenakan tiap instrumen memiliki cara pembelian yang berbeda sehingga sebaiknya tidak terburu-buru. Hal ini juga untuk menghindari terjadi kesalahan serta kerugian sejak awal.

  1. Mengevaluasi Hasil Trading

Jika Anda sudah berhasil melakukan pembelian instrumen untuk pertama kalinya, maka terapkanlah strategi trading yang sudah dirancang. Lakukan berulang hingga mendapatkan hasil berupa keuntungan baik hampir mencapai target maupun sudah sesuai.

Evaluasi hasil trading juga berfungsi untuk mengetahui keefektifan dari strategi yang Anda jalankan. Jika ternyata hanya memberikan sedikit keuntungan berdasarkan jangka waktu tertentu, maka bisa dirubah atau mencoba metode lainnya. 

Platform Trading

Untuk melakukan jual beli instrument tentu membutuhkan jembatan sebagai tempat bertransaksi. Hal ini disebut dengan platform trading. Jumlahnya sangat beragam bergantung pada jenis yang dipilih. Berikut beberapa informasi singkatnya serta terpopuler di kalangan trader:

  1. AvaTrade

AvaTrade menggunakan platform MetaTrader 4 dan 5 untuk mendukung trading dengan Forex, kripto, ETF, dan masih banyak lagi. Bentuknya berupa website yang dapat Anda kunjungi melalui avatrade.com dimana memiliki tampilan lebih nyaman dan aman karena sudah teregulasi oleh bank-bank dunia. 

Kelebihan dari AvaTrade ialah dapat digunakan di lebih dari 250 jenis instrumen investasi di seluruh dunia dengan dukungan 20 bahasa. Selain itu, tidak membebankan biaya transaksi untuk para trader dan memiliki fitur hedging, scalping, dan auto trading untuk memudahkan dalam bertransaksi. 

  1. OctaFX

OctaFX merupakan aplikasi yang berfokus pada transaksi dengan instrumen Forex. Memiliki beberapa kelebihan seperti nilai deposito termasuk rendah yakni 5 USD dengan bonus mencapai 50%, memiliki platform trading MetaTrader 4 dan 5, serta didukung oleh bank lokal. 

Namun, dibalik kelebihannya terdapat beberapa kekurangan dimana mempengaruhi peluang trader mendapatkan keuntungan lebih. Salah satunya yakni memiliki level leverage rendah berkisar 1:500 serta untuk kriptonya hanya 1:2 saja. 

  1. Capital.com

Capital.com merupakan salah satu perusahan saham dan sekuritas yang diregulasi oleh ESMA, FCA, dan CySEC. Instrumen yang diperdagangkan ialah Forex, saham, kripto, ETF, dan masih banyak lagi. Transaksi dilakukan secara real time dan digunakan di lebih dari 50 negara dunia. 

Beberapa kekurangannya ialah trader harus memiliki deposito sebesar minimal 20 USD serta terdapat biaya transaksi dan penarikan meskipun tidak terlalu besar. Selain itu, meskipun sudah memiliki kredibilitas yang baik namun batas leveragenya masih rendah yakni 1:200.

  1. eToro

eToro merupakan salah satu platform trading yang juga menjadi rekomendasi sebab dapat memberikan fasilitas yang menarik untuk investasi Forex, saham, kripto, emas, dan masih banyak lagi. Trader tidak dikenakan biaya deposit serta komisi sehingga tidak membebani penggunanya. 

Kekurangan dari eToro ialah nilai depositonya yang lumayan tinggi.  Berkisar mulai dari Rp. 2.800.000,00 serta menggunakan mata uang USD. Platform ini pun dianggap masih kurang cocok jika digunakan oleh trader dengan minim modal untuk belajar trading. 

  1. FBS

FBS merupakan salah satu broker keuangan terpopuler di dunia. Instrumen yang diperdagangkan ialah crypto, Forex, dan masih banyak lagi. Banyak trader pemula yang mencoba menggunakannya dikarenakan pendaftarannya mudah dengan deposit minimal hanya 1 USD serta bebas komisi. 

Selain itu, bagi trader Indonesia juga tidak perlu bingung untuk melakukan deposito maupun transaksi lainnya karena sudah didukung dengan bank lokal. Leverage dari platform ini mencapai 1:3000 sehingga siapapun bisa mencoba menggunakannya.

  1. FXCM

FXCM Trading Station ialah salah stu platform trading yang berbasis di Amerika Serikat dan Inggris. Aplikasi ini berfokus pada perdagangan Forex dan CFD. Memiliki regulasi dari FCA, AMF, ASIC, serta FSCA. Untuk menggunakannya trader harus mengaktifkan aplikasi VPN terlebih dahulu. 

Kelebihan dari aplikasi ini ialah memiliki nilai deposit serta biaya yang lebih rendah daripada lainnya sehingga sangat cocok untuk trader pemula untuk belajar trading maupun kelas menengah. Namun, kekurangannya ialah memiliki leverage rendah yakni 1:400. 

  1. Instaforex

Platform trading selanjutnya ialah Instaforex dimana berfokus pada perdagangan Forex. Digunakan di hampir 50 negara di dunia. Trader diharuskan mendepositokan minimal 1 USD serta berkesempatan mendapatkan bonus hingga 100% yang mana juga didukung oleh bank lokal Indonesia.

Leverage dari Instaforex yang baik yakni 1:1000 serta menyediakan fasilitas rebate agar trader bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Selain itu, untuk menjaga keamanan di setiap transaksi terdapat proses verifikasi yang ketat. 

Kelebihan dan Kekurangan Trading 

Trading sendiri dapat memberikan keuntungan maupun kerugian bagi tradernya sehingga sebelum memutuskan untuk terjun langsung maka ada baiknya mengetahui kedua hal tersebut. Jika sudah memahaminya diharapkan dapat mempersiapkan segala resiko ke depannya. 

Kelebihan dari melakukan trading tentu saja bisa mendapatkan keuntungan dari setiap transaksinya jika dilakukan di waktu yang tepat. Selain itu, trader tidak perlu pergi ke suatu tempat untuk bekerja namun dapat dilakukan dimana saja bahkan dengan modal minim pada beberapa jenis instrumen. 

Kekurangan dari trading ialah resikonya terkadang tidak dapat diprediksi terutama pada beberapa instrumen seperti Forex, kripto, dan lain-lain. Selain itu, jika Anda tidak memiliki  perencanaan atau strategi matang maka dapat menjadikan kerugian lebih besar daripada modal awalnya.  

Alasan Melakukan Trading

Seringkali seseorang melakukan sesuatu dikarenakan satu hingga beberapa alasan, termasuk pada saat memutuskan untuk trading. Berikut beberapa latar belakang seorang menjadi trader dengan berbagai resiko dan manfaatnya:

  1. Dapat Menambah Pemasukan dengan Mudah

Alasan utama seseorang menjadi trader ialah karena trading dapat menambah pemasukan. Yaitu melalui kegiatan jual beli instrumen yang diinginkan tanpa harus bekerja seperti di kantoran. Pemasukan bisa masuk ke rekening setiap hari jika memilih strategi perdagangan harian. 

Selain itu, bekal untuk melakukannya juga tergolong terjangkau serta sudah banyak dimiliki oleh masyarakat yakni gadget, internet, dan sejumlah uang sebagai modal saja. Hal ini tentu membuat seseorang menjadi trader sebab bisa menambah pemasukan dengan mudah. 

  1. Sistem Kerjanya Praktis dan Fleksibel

Tidak seperti jika bekerja kantoran, menjadi trader menjadikan seseorang dapat bekerja secara fleksibel serta praktis yakni dimana saja asal bisa terhubung dengan internet. Sistem seperti ini memang sama dengan berjualan online namun keuntungan yang diperoleh lebih besar dengan menjadi trader. 

Tak hanya itu, transaksi jual beli dapat pula dilakukan selama 24 jam bergantung pada platform yang digunakan serta akses pada beberapa negara. Hal ini memungkinkan seorang trader untuk melakukan trading hampir sepanjang hari untuk mencari lebih banyak keuntungan. 

  1. Terdapat Pelatihan serta Akun Demo untuk Pemula

Jika Anda merupakan pemula maka banyak sekali pelatihan yang bisa diikuti untuk mempelajari seluk beluk dunia trading. Beberapa di antaranya juga disediakan oleh pihak penyedia platform sehingga tidak perlu mencari lagi di tempat lain. 

Tak hanya itu, jika belum memiliki modal besar untuk deposit, beberapa aplikasi dan platform trading juga menyediakan opsi akun demo. Hal ini bertujuan sebagai tempat belajar bagi pemula dalam melakukan transaksi jual beli sesuai instrument yang dipilih. 

  1. Modal yang Diperlukan Relatif Terjangkau

Modal untuk melakukan trading terbilang cukup terjangkau dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Terlebih lagi jika dibarengi dengan kemampuan menganalisis serta ilmu dasar mengenai trading dimana kesemuanya dapat menunjang perolehan profit lebih banyak lagi. 

Modal untuk deposit biasanya berkisar antara Rp. 100.000,00 atau 1 hingga 10 USD dimana bergantung pada platform serta jenis instrumen yang dipilih. Bahkan jika belum memiliki uang lebih dapat mencoba akun demo yang memberikan Anda kesempatan untuk belajar trading dengan jangka waktu tertentu. 

Hal yang Sering Ditanyakan Mengenai Trading

Ketika mempelajari tentang trading tentu saja terdapat banyak pertanyaan baik yang bersifat mendasar maupun teknis seperti cara kerja dan lain sebagainya. Berikut kumpulan beberapa pertanyaan dimana sering ditanyakan oleh para trader pemula:

  1. Apa perbedaan trading dengan investasi?

Secara umum perbedaan trading dan investasi terletak pada jangka waktu perdagangannya yakni pendek dan panjang. Kegiatan trader berbeda dengan investor dimana mengharuskan seseorang untuk terus memperhatikan perubahan grafik atau hanya sesekali saja mengeceknya.  

Jika melihat pada jenis instrumennya maka akan terlihat pula ketidaksamaannya yaitu pada prosesnya pula. Selain itu, akan menjadikan strategi trading juga berbeda bergantung pada tingkat likuiditas dan ciri khas lainnya. 

  1. Apakah trading aman?

Trading dikatakan aman apabila dilakukan sesuai peraturan dan menggunakan platform yang sudah teregulasi. Anda bisa mencari tahu mengenai hal tersebut melalui internet yakni ulasan-ulasan mengenai platform maupun bergabung dengan komunitas trader. 

Selain itu, dikatakan aman pula sebab instrumen yang digunakan juga dapat ditukar menjadi uang secara fisik. Sehingga bukan merupakan kegiatan perjudian maupun hal terlarang lainnya. Jika trading yang pelajari menjanjikan keuntungan terlalu cepat dengan nominal besar maka terindikasi penipuan.

  1. Apakah jenis trading yang paling baik?

Trading terbaik ialah yang dilakukan dengan perencanaan matang, perbekalan ilmu mengenai analisis baik teknis maupun fundamental, serta kemampuan membaca grafik dan tren pasar. Selain itu, didukung pula oleh kemampuan modal mumpuni serta manajemen resiko dengan baik. 

Segala jenis trading dengan instrument apapun bisa menjadi yang terbaik bergantung pada perencanaan trader itu sendiri. Jika sudah memahami dasar kegiatan transaksinya serta aset pilihannya maka peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih sangat bergantung pada pribadi masing-masing. 

  1. Berapakah modal untuk melakukan trading?

Modal untuk melakukan trading beragam bergantung pada platform yang digunakan serta jenis instrumen yang dipilih oleh trader. Sering kali depositonya berkisar mulai dari Rp. 100.000,00 maupun 1 hingga 10 USD untuk beberapa aplikasi. 

Pastikan mengetahui besaran modal untuk deposito sebab akan digunakan untuk transaksi pembelian instrument setelah berhasil membuat akun trading. Selain itu, pilihlah platform yang memberikan besaran sesuai dengan kemampuan agar dapat segera bertransaksi. 

  1. Apakah aplikasi atau platform terbaik untuk melakukan trading?

Aplikasi terbaik untuk melakukan trading tentu saja bergantung pada jenis instrumen dan preferensi masing-masing. Anda dapat mencari tahu mengenai hal tersebut melalui ulasan di internet maupun bertanya pada trader berpengalaman lainnya. 

Selain itu, perlu dipahami bahwa platform merupakan jembatan untuk belajar dan melakukan trading sedangkan yang paling penting tentu saja kemampuan dari trader baik dari segi ilmu hingga modal untuk melakukan transaksi jual beli instrument tersebut. 

  1. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari trading?

Cara mendapatkan keuntungan melalui trading ialah memiliki perencanaan atau strategi yang matang dan mampu mengaplikasikannya dengan baik. Seorang trader diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan analisis baik teknis maupun fundamental serta dapat membaca trend pasar dan grafik nilai. 

Jika ilmu dasar sudah dikuasai dan dapat mengaplikasikannya dengan baik maka bisa dipastikan seorang trader bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa itu semua tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat melainkan terdapat proses di dalamnya. 

Dengan mengetahui berbagai hal dasar mengenai trading tentu menjadikan seseorang lebih memahami seluk beluknya. Tak hanya itu, seorang trader juga dapat merencanakan strategi dengan matang dan mempersiapkan resikonya agar tidak mengalami kerugian terlalu besar. 

Demikianlah artikel mengenai serba-serbi belajar trading khususnya bagi pemula yang dapat dijadikan referensi. Jika Anda berminat untuk mendalaminya maka bergabunglah dengan komunitas dimana di dalamnya pasti sering memberikan pelatihan dan diskusi baik untuk pemula maupun profesional.